Selasa, 24 Maret 2015

Kertas Punya Papa

ini tentang anak perempuan - perempuan dewasa - pria dewasa. aku mendengar saat melayani mereka. ketika itu si anak perempuan meletakan alat tulis dan buku yang akan mereka bayar di meja kasirku. 
"aku beli ini semua ya, ma"
perempuan dewasa itu mungkin mamanya. dia cuma senyum dan mengusap kepala si  anak perempuan. dan tangan yang satunya memeluk si pria dewasa sambil mulai menyandarkan tubuhnya pada tubuh pria itu. lalu…
"sayang, kertas nota celana papa dimana ya?"
"kertas apa, ma?"
"yang tadi kita beli celana buat papa kan ada notanya dari tantenya yang di kasir itu kan sayang. nah itu nanti yang perlu kita kasih kan ke papa"
aku ” total belanjanya -bla bla bla- rupiah, ibu”
"pakai ini saja bayarnya,mbak" pria dewasa itu menyerahakan sejumlah uang kepadaku, yang tentunya uang itu dari dompet miliknya.
beberapa saat kemudian transaksi antara aku dan mereka selesai. sebelum pergi dari hadapanku, aku masih diperlihatkan suasana seperti ini,
"makasih ya, mama"
"lhoh, kok makasihnya sama mama sih, bilang makasih sama om dong"
"makasih ya, om"
lalu pria dewasa yang disebut si om itu mencium kepala si mama dan mereka berlalu dari hadapanku.

Label:

main air di puri water park

Sudah agak lama aku pengen berlibur di waterpark. Dan akhirnya hari ini tadi aku berdua dengan mas mengunjungi grand puri water park di jalan parangtritis km 10, tepatnya di depan pasar seni gabusan. Kami sepakat memilih di sana karena
letaknya yang terjangkau, cukup dekat dengan tempat tinggal kami. Beberapa hari sebelumnya kami sempat googling dan membuat kami semakin bersemangat untuk berkunjung. Google menampilkan foto2 yang sangat bagus, tempat yang bersih dan wahana yang menarik, ditambah lagi ternyata tarif tiket masuknya murah.
Kami datang sekitar pukul 1 siang hari. Kesan pertama ketika membeli tiket sangat menyenangkan. Petugas yang ceria, ramah, dan sopan. Kami membayar 53k setelah petugas meminta untuk menunjukan kartu proveder di handphone kami. Lalu kami mulai menuju pintu masuk melalu petugas pengecekan barang bawaan, kali ini petugasnya jauh lebih ramah dari pada petugas tiket tadi. Setelah berganti pakaian di ruang ganti yang lumayan bersih, kami menuju persewaan loker. Yang kurang menyenangkan disini adalah ketika petugasnya yang sedikit cuek dan berbicara kurang sopan ketika kami tidak tahu bagaimana cara menggunakan (membuka-menutup) kunci lokernya. Setelahnya petugas menyampaikan kalau loker hanya bisa sekali buka, baiklah jadi kami harus memastikan tidak ada yang tertinggal di luar agar tidak perlu membayar 2x untuk membuka loker.
Dari 4 kolam yang tersedia, pertama yang kami pilih adalah kolam renang reguler kedalaman 1-1,5 meter disana biasa digunakan untuk olahraga renang atau untuk latihan saja. Kolam ke 2 terdapat wahana luncuran, kami langsung naik menuju luncuran tertinggi, air yang ada terlalu sedikit jadi pada waktu kami turun kulitku kepanasan karena menempel pada dinding luncuran yang terkena matahari. Begitu terjatuh di kolam aku tersedak karena kaget kolamnya terlalu pendek. Setelah ku coba berdiri ternyata tingginya air cuma sampai di lututku. Pantas saja waktu sampai di kolam aku terlalu kaget karena badanku langsung terkena lantai. Mas tertarik mencoba 2x di wahana itu, sedangkan aku lebih memilih di bawah saja. Yang ketiga kami mencoba kolam yang ada air tumpah, aku sendiri tidak tahu apa nama sebenarnya dari wahana itu. Air d kolam itu kira2 tingginya hanya 30cm, jadi di sana aku bisa tidur2an sambil tunggu airnya tumpah. Satu kali dua kali hingga sudab beberapa kali kami tersiram disana, kami menyadari airnya terlalu berbusa dan yang aneh busanya bisa bertahan lama atau tidak langsung menghilang. Juga mas menemukan bongkahan karat sebesar sebesar biji jagung, lalu kami tenggok lantai kolam sangat kotor, seperti ada banyak endapan dari karat2 yang mungkin datang dari fasilitas permainan air itu. Karena kami lihat besi2 yang sudah berkarat terlalu parah masih terpasang di kolam itu. Kami tidak mencoba kolam arus karena terlalu banyak pengunjung di sana. Belum lagi harus menyewa pelampung padahal jarak perputaran di wahana itu pendek sekali.
Kami memutuskan pulang sekitar jam setengah 3 sore. Dalam perjalanan menuju ruang ganti aku geli melihat pengunjung yg masih berendam bersama karat dan kaporit yang begitu banyak. Belum lagi pengunjung yang tidak tahu kalo ternyata tempat duduk untuk menunggu disewakan.
Buru2 aku mandi dengan beberapa kali pemakaiaan sabun karena teringat kolam terakhir tadi.

Label:

sop telur rolade cincang, itu judul masakan yang kuberi pada gambar sop ini. Lusa, di waktu siang jogja kedapatan matahari yang sangat panas, yang tentunya membuat kami lebih lelah dalam beraktifitas. aku sih tidak terlalu merasakan efek secara langsung  panasnya matahari, karena aku sendiri bekerja dalam ruangan yang berAC. berbeda dengan mas, dia harus menyelesaikan proses produksi kaosnya setelah stok habis2an karena kelarisan waktu pameran. dia lebih banyak menghabiskan waktu di jalan untuk wirawiri mengangkut kain dan menyelesaikan segala urusannya dengan relasi lain. dengan begitu, mau tidak mau dia harus lebih banyak terkena matahari siang. lalu seperti biasa, setiap jarum jam menuju dan akan melewati angka 2, jogja tiba2 mendung dan turun hujan yang sangat deras. mungkin alam ini sudah cukup rusak, pagi hari dingin, siang hari panas, sore hingga malam hujannya deras. kondisi udara tentunya juga ikut berubah sesuai keadaan diluar, suhu udara pun mulai berpengaruh pada tubuh. tubuh tentunya akan kaget karena tiba2 dingin, tiba2 panas, lalu tanpa diduga hujan. ya itu yang kadang membuat kami (aku dan mas) merasa kecapekan. bukan karena badan yang pegal karena bekerja, atau kepala pusing dengan laporan yang dikejar deadline kantor. tetapi tubuh tiba2 merasa lelah saja, suhu tubuh lebih panas tapi udara terasa dingin. seperti sore itu, mungkin karena cuaca yg tidak menentu, mas pun merasa kecapekan, dia kedinginan dan coba ku cek badannya ternyata panas. karena obat mengandung banyak bahan kimia, itu akan menjadi pilihan terakhir kami apabila sudah tidak ada hal lain atau makanan lain yang bisa mengembalikan kondisi tubuh. Aku mulai membuka kulkas dan mencari bahan untuk bisa ku olah menjadi sop. sayang sekali tidak ada bawang putih di stok bumbu mama. aku pun dapat ide menciptakan rasa kaldu dari rolade, dan ternyata sop tanpa bawang pun tetap enak. Aku mencincang rolade sampai kecil2 lalu ku rebus agak lama dan  memasukan wortel juga kubis. Aku  sengaja  tidak  merebus sayuran sampe lunak, guruku pernah  bercerita Kalau sayuran terlalu lunak kandungan nutrisinya sudah habis termakan air mendidih. dan kurasa tidak terlalu lunak menghasilkan rasa yang lebih enak juga. setelahnya ku masukan telur mentah lalu kuaduk rata agar mencampur dengan seluruh bahan. tidak lupa garam dan bumbu praktis (penyedap rasa), sudah cuma seperti itu saja prosesnya. dimakan dalam kondisi masih panas dapat memulihkan keadaan tubuh kami menjadi lebih baik dan hilang rasa capeknya..

Label:

magang ohh magang

Lega, seneng dan pasti berkata “finally !!” dengan sedikit menjerit. Ya begitu lah gambaran mahasiswa yang akhirnya diterima magang oleh instansi. Setelah perjuangan yang teramat membosankan, seperti menunggu misalnya. Duduk di ruang tunggu kantoran, yang lamanya tak bisa diprediksi. Kadang petugas yang kita mintai tolong untuk menyampaikan keinginan untuk magang dengan ringan berkata “tunggu sebentar yaa!” dan berlalu begitu saja. setengah jam kemudian datang lagi “di tunggu sebentar yaa, masih ada tamu”. Ya karena butuh mau gimana lagi, sejam dua jam memang harus di anggap sebentar.
Lalu masalah membuat proposal. 12 proposal sudah diketik untuk dipersembahkan ke instansi/ perusahaan target – biasanya instansi besar. Pas mau ngeprint ternyata tinta habis. Dari pada beli katrit yang harganya selangit, kalau belum dapat kiriman masih lebih ngirit pakai jasa print di tempat fotokopian. Nah ini yang lebih membosankan lagi, minta tanda tangan dosen. Udah ketemunya susah banget, pas tinggal tanda tangan aja pakai acara di-revisi segala.
Satu minggu kemudian…..
Urusan proposal sama kampus sudah kelar, dosen sudah perkenan tanda tangan. Lalu langkah selanjutannya menuju misi merayu boss-boss HRD dengan alat ampuh (semoga) proposal. Jawabannya sang HRD ada yang
“penuh”
 Ada yang “ harus setengah taun magang di instansi ini”
 Ada yang “sudah terlambat kemarin baru saja ada yang magang dari univ sebelah”
Ada yang “ harus diantar dosen”
Ada yang “harus ke kantor pusatnya dulu, sana ke ibu kota”
Ada yang “kalau mau magang mengajukan proposalnya satu taun sebelumnya”

Yaaaa dan masih banyak lagi jawaban miris HRD sebelum pada akhirnya ada HRD instansi kecil bicara “saudara boleh melakukan magang di instansi kami”
Sebenarnya magang itu pekerjaan yang mudah,tapi cari tempat yang bersedia menerima magang itu yang teramat menyedihkan. Menurutku pasti ada beberapa instansi/perusahaan yang berpikiran harus memberi gaji mahasiswa magang. Padahal sama sekali tidak ada keuntungan untuk instansi/perusahaan. Bagaimana mungkin waktu magang yang hanya tiga bulan itu mahasiswa bisa memberikan kontribusi menyelesaikan pekerjaan. Untuk melepaskan karyawan training siap bekerja sendiri saja bisa butuh waktu dua bulan. Masalah lagi seperti mahasiswa magang hanya akan mengganggu karyawan yang bekerja. Karena karyawan harus mengajari orang yang -ketika orang itu sudah bisa akan pergi begitu saja. sia-sia bukan? Karyawan pasti lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaan temannya.
Baiklah, dengan begitu untuk mahasiswa yang akan magang. Sebelum menyusun proposal, lebih baik melakukan konfirmasi dulu ke instansi/perusahaan target.  Dan hal itu harus dilakukan minimal tiga bulan sebelum magang. Biasanya instansi/perusahaan besar yang ditargetkan itu juga menjadi target banyak mahasiswa, so dari pada ada risiko antri panjang dan kemungkinan besar sudah penuh, mending jauh-jauh hari buat ngebuking tempat untuk magang.

Dan dari pengalaman pengajuan magang aku, berikut rekomendasi tempat-tempat untuk magang di Yogyakarta:
Ø  Penerbitan dan percetakan kanisius (bisa magang 1bulan, pengajuan bisa 1bulan sebelumnya)
Ø  Penerbitan Erlangga (minimal magang 3 bulan, pengajuan bisa 1bulan sebelumya)
Ø  KPP pratama Bantul dan sleman, mungkin yang lain juga menerima. (bisa magang 1bulan, tapi pengajuan min 3 bulan sebelumnya, soalnya antri panjaaannnggg).
Ø  BMT-BMT di seluruh jogja (bisa magang 1bulan, tapi antrinya panjang juga, hanya menerima 8 mahasiswa disebarkan diseluruh cabang)
Ø  BRI, BPD (pendaftaran di kantor pusat, cabang tidak menerima)
Ø  Dan hampir semua penerbitan buku di jogja menerima kok, dateng aja ke Gramedia trus liat alamat penerbit di sampul belakang buku. hihihihiiii

Label: