Selasa, 24 Maret 2015

magang ohh magang

Lega, seneng dan pasti berkata “finally !!” dengan sedikit menjerit. Ya begitu lah gambaran mahasiswa yang akhirnya diterima magang oleh instansi. Setelah perjuangan yang teramat membosankan, seperti menunggu misalnya. Duduk di ruang tunggu kantoran, yang lamanya tak bisa diprediksi. Kadang petugas yang kita mintai tolong untuk menyampaikan keinginan untuk magang dengan ringan berkata “tunggu sebentar yaa!” dan berlalu begitu saja. setengah jam kemudian datang lagi “di tunggu sebentar yaa, masih ada tamu”. Ya karena butuh mau gimana lagi, sejam dua jam memang harus di anggap sebentar.
Lalu masalah membuat proposal. 12 proposal sudah diketik untuk dipersembahkan ke instansi/ perusahaan target – biasanya instansi besar. Pas mau ngeprint ternyata tinta habis. Dari pada beli katrit yang harganya selangit, kalau belum dapat kiriman masih lebih ngirit pakai jasa print di tempat fotokopian. Nah ini yang lebih membosankan lagi, minta tanda tangan dosen. Udah ketemunya susah banget, pas tinggal tanda tangan aja pakai acara di-revisi segala.
Satu minggu kemudian…..
Urusan proposal sama kampus sudah kelar, dosen sudah perkenan tanda tangan. Lalu langkah selanjutannya menuju misi merayu boss-boss HRD dengan alat ampuh (semoga) proposal. Jawabannya sang HRD ada yang
“penuh”
 Ada yang “ harus setengah taun magang di instansi ini”
 Ada yang “sudah terlambat kemarin baru saja ada yang magang dari univ sebelah”
Ada yang “ harus diantar dosen”
Ada yang “harus ke kantor pusatnya dulu, sana ke ibu kota”
Ada yang “kalau mau magang mengajukan proposalnya satu taun sebelumnya”

Yaaaa dan masih banyak lagi jawaban miris HRD sebelum pada akhirnya ada HRD instansi kecil bicara “saudara boleh melakukan magang di instansi kami”
Sebenarnya magang itu pekerjaan yang mudah,tapi cari tempat yang bersedia menerima magang itu yang teramat menyedihkan. Menurutku pasti ada beberapa instansi/perusahaan yang berpikiran harus memberi gaji mahasiswa magang. Padahal sama sekali tidak ada keuntungan untuk instansi/perusahaan. Bagaimana mungkin waktu magang yang hanya tiga bulan itu mahasiswa bisa memberikan kontribusi menyelesaikan pekerjaan. Untuk melepaskan karyawan training siap bekerja sendiri saja bisa butuh waktu dua bulan. Masalah lagi seperti mahasiswa magang hanya akan mengganggu karyawan yang bekerja. Karena karyawan harus mengajari orang yang -ketika orang itu sudah bisa akan pergi begitu saja. sia-sia bukan? Karyawan pasti lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaan temannya.
Baiklah, dengan begitu untuk mahasiswa yang akan magang. Sebelum menyusun proposal, lebih baik melakukan konfirmasi dulu ke instansi/perusahaan target.  Dan hal itu harus dilakukan minimal tiga bulan sebelum magang. Biasanya instansi/perusahaan besar yang ditargetkan itu juga menjadi target banyak mahasiswa, so dari pada ada risiko antri panjang dan kemungkinan besar sudah penuh, mending jauh-jauh hari buat ngebuking tempat untuk magang.

Dan dari pengalaman pengajuan magang aku, berikut rekomendasi tempat-tempat untuk magang di Yogyakarta:
Ø  Penerbitan dan percetakan kanisius (bisa magang 1bulan, pengajuan bisa 1bulan sebelumnya)
Ø  Penerbitan Erlangga (minimal magang 3 bulan, pengajuan bisa 1bulan sebelumya)
Ø  KPP pratama Bantul dan sleman, mungkin yang lain juga menerima. (bisa magang 1bulan, tapi pengajuan min 3 bulan sebelumnya, soalnya antri panjaaannnggg).
Ø  BMT-BMT di seluruh jogja (bisa magang 1bulan, tapi antrinya panjang juga, hanya menerima 8 mahasiswa disebarkan diseluruh cabang)
Ø  BRI, BPD (pendaftaran di kantor pusat, cabang tidak menerima)
Ø  Dan hampir semua penerbitan buku di jogja menerima kok, dateng aja ke Gramedia trus liat alamat penerbit di sampul belakang buku. hihihihiiii

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda