main air di puri water park
Sudah agak lama aku pengen berlibur di waterpark. Dan akhirnya hari ini tadi aku berdua dengan mas mengunjungi grand puri water park di jalan parangtritis km 10, tepatnya di depan pasar seni gabusan. Kami sepakat memilih di sana karena
letaknya yang terjangkau, cukup dekat dengan tempat tinggal kami. Beberapa hari sebelumnya kami sempat googling dan membuat kami semakin bersemangat untuk berkunjung. Google menampilkan foto2 yang sangat bagus, tempat yang bersih dan wahana yang menarik, ditambah lagi ternyata tarif tiket masuknya murah.
Kami datang sekitar pukul 1 siang hari. Kesan pertama ketika membeli tiket sangat menyenangkan. Petugas yang ceria, ramah, dan sopan. Kami membayar 53k setelah petugas meminta untuk menunjukan kartu proveder di handphone kami. Lalu kami mulai menuju pintu masuk melalu petugas pengecekan barang bawaan, kali ini petugasnya jauh lebih ramah dari pada petugas tiket tadi. Setelah berganti pakaian di ruang ganti yang lumayan bersih, kami menuju persewaan loker. Yang kurang menyenangkan disini adalah ketika petugasnya yang sedikit cuek dan berbicara kurang sopan ketika kami tidak tahu bagaimana cara menggunakan (membuka-menutup) kunci lokernya. Setelahnya petugas menyampaikan kalau loker hanya bisa sekali buka, baiklah jadi kami harus memastikan tidak ada yang tertinggal di luar agar tidak perlu membayar 2x untuk membuka loker.
Dari 4 kolam yang tersedia, pertama yang kami pilih adalah kolam renang reguler kedalaman 1-1,5 meter disana biasa digunakan untuk olahraga renang atau untuk latihan saja. Kolam ke 2 terdapat wahana luncuran, kami langsung naik menuju luncuran tertinggi, air yang ada terlalu sedikit jadi pada waktu kami turun kulitku kepanasan karena menempel pada dinding luncuran yang terkena matahari. Begitu terjatuh di kolam aku tersedak karena kaget kolamnya terlalu pendek. Setelah ku coba berdiri ternyata tingginya air cuma sampai di lututku. Pantas saja waktu sampai di kolam aku terlalu kaget karena badanku langsung terkena lantai. Mas tertarik mencoba 2x di wahana itu, sedangkan aku lebih memilih di bawah saja. Yang ketiga kami mencoba kolam yang ada air tumpah, aku sendiri tidak tahu apa nama sebenarnya dari wahana itu. Air d kolam itu kira2 tingginya hanya 30cm, jadi di sana aku bisa tidur2an sambil tunggu airnya tumpah. Satu kali dua kali hingga sudab beberapa kali kami tersiram disana, kami menyadari airnya terlalu berbusa dan yang aneh busanya bisa bertahan lama atau tidak langsung menghilang. Juga mas menemukan bongkahan karat sebesar sebesar biji jagung, lalu kami tenggok lantai kolam sangat kotor, seperti ada banyak endapan dari karat2 yang mungkin datang dari fasilitas permainan air itu. Karena kami lihat besi2 yang sudah berkarat terlalu parah masih terpasang di kolam itu. Kami tidak mencoba kolam arus karena terlalu banyak pengunjung di sana. Belum lagi harus menyewa pelampung padahal jarak perputaran di wahana itu pendek sekali.
Kami memutuskan pulang sekitar jam setengah 3 sore. Dalam perjalanan menuju ruang ganti aku geli melihat pengunjung yg masih berendam bersama karat dan kaporit yang begitu banyak. Belum lagi pengunjung yang tidak tahu kalo ternyata tempat duduk untuk menunggu disewakan.
Buru2 aku mandi dengan beberapa kali pemakaiaan sabun karena teringat kolam terakhir tadi.
Label: as visitor

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda